Contoh Teks Khutbah Gerhana Bulan dan Matahari

Contoh Teks Khutbah Gerhana – Sahabat budiman kali ini admin akan sedikit berbagi contoh teks khutbah gerhana,  Ada dua gerhana yang terjadi yakni gerhana bulan dan matahari. Sebelum kepada contoh teks khutbah admin sedikit membahas mengenai gerhana.  Gerhana, baik matahari maupun bulan, bukan semata-mata peristiwa alam yang terjadi dengan sendirinya, melainkan merupakan ketetapan dan kekuasaan Allah yang tidak dapat dirubah oleh makhluknya. 

Untuk Dalil disyariatkannya gerhana admin sajikan beberapa Dalil baik dari Al-quran ataupun hadist Rosululloh SAW. Silahkan simak dibawah ini:

 

Syariat Gerhana

Untuk dasar ayat nya mengenai Syariat Gerhana,  Allah berfirman: 

هُوَ الَّذِيْ جَعَلَ الشَّمْسَ ضِيَاءً وَالْقَمَرَ نُوْرًا وَقَدَّرَهُ مَنَازِلَ لِتَعْلَمُوْا عَدَدَ السِّنِيْنَ وَالْحِسَابَ مَاخَلَقَ اللهُ ذَالِكَ إِلاَّ بِالْحَقِّ يُفَصِّلُ الآيَاتِ لِقَوْمٍ يَّعْلَمُوْنَ 

“Dialah yang menjadikan matahari bersinar (di siang hari) dan bulan bercahaya (di malam hari), serta menentukan manazilnya, agar kamu dapat mengetahui bilangan tahun dan perhitungan waktu. Allah menciptakan semua itu dengan ketentuan yang pasti. Ia menjelaskan ayat kekuasaan-Nya kepada orang-orang yang mau mengerti”. Q.S. Yunus:5 

 

Orang-orang jahiliyyah termasuk mereka yang tidak mau mengerti, di mana mereka meyakini bahwa peristiwa gerhana itu akan menyebabkan terjadinya sesuatu di bumi, seperti kematian atau kelahiran atau gerhana terjadi karena ada hubungannya dengan hal itu. Sebab pada waktu itu Ibrahim putra Nabi wafat pada usia 17 bulan (lahir Jumadil Ula tahun 9 H.) Maka pola pikir seperti ini diluruskan oleh Nabi agar menjadi keyakinan bahwa matahari dan bulan itu termasuk makhluk yang tunduk kepada Allah. Keduanya tidak punya kekuasaan untuk menyebabkan terjadinya sesuatu. Nabi bersabda: 

إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ لَا يَخْسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلَا لِحَيَاتِهِ 

“Sesungguhnya matahari dan bulan itu dua tanda dari beberapa tanda kekuasaan Allah. Tidak terjadi gerhana karena lantaran hidup-matinya seseorang. Kalau kamu melihat ada gerhana, hendaklah kamu berdoa kepada Allah, bertakbir, salat, dan bersedekah.” H.R. Al Bukhari dan Muslim.

Pada hadis tersebut Nabi menyinggung gerhana matahari dan bulan, ini sebagai isyarat bahwa selama bumi, matahari, dan bulan tetap beredar pada porosnya, maka peristiwa gerhana ini akan selalu terjadi. Dan selama itu pula manusia akan selalu berkeyakinan seperti orang-orang pada zaman jahiliyyah bila tidak berguru kepada Rasul. Agar tidak berkeyakinan seperti orang-orang jahiliyyah, maka bila terjadi gerhana, baik ketika terjadi gerhana matahari maupun bulan, Rasul telah mengajarkan kepada kaum muslimin untuk:

فَادْعُوا اللَّهَ  berdoa kepada Allah,

وَكَبِّرُوا   Bertakbirlah.

Karena di dalam hadis ini tidak diterangkan kaifiyat/tata cara takbir secara khusus, maka berlaku ketentuan takbir seperti halnya iedul fitri dan iedul adha, Allahu akbar allahu akbar laa ilaaha illallah allahu akbar wa lillahilham

وَصَلُّوا    Salatlah

 

contoh teks pidato Gerhana

 

Tata Cara Sholat Gerhana 

Adapun kaifiyat salat gerhana memiliki kekhususan dibandingkan dengan salat lainnya, yakni dilakukan sebanyak 2 rakaat; pada setiap rakaat terdiri atas

– Dua kali baca fatihah, yang satu setelah bangkit dari ruku pertama,

– Dua kali baca surat,

– dua kali ruku,

– dua kali I’tidal,

– dan dua kali sujud.

 

Jadi, dalam 2 rakaat itu ada 4 fatihah, 4 surat, 4 ruku, 4 I’tidal, dan 4 sujud

Kaifiyat ini yang membedakan dari salat-salat pada umumnya. Silahkan baca Sambungan dibawah ini mengenai tata cara Sholat Gerhana.

وَتَصَدَّقُوا 

Bersedekahlah 

Dalam sabda Nabi ini diterangkan secara mutlak atau umum tidak dibatasi atau dikhususkan pada fakir dan miskin, karena itu distribusi atau penyaluran shadaqah gerhana tidak dibatasi untuk mustahiq tertentu.

Demikianlah ajaran Rasul yang disampaikan kepada umatnya. Dengan ajaran ini tampak begitu jelas indentitas umat Muhamad dalam menyiikapi peristiwa gerhana yang akan senantiasa terjadi selama matahari, bulan, dan bumi masih beredar pada porosnya. Kita berharap, mudah-mudahan peristiwa gerhana yang berkali-kali kita alami semakin memperkuat keyakinan kita akan kemahakuasaan Allah, dan mendorong tekad kita untuk tidak maksiat dan melanggar aturan-Nya. Ammin

Contoh Teks Khutbah Gerhana

 

إنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُواْ رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاء وَاتَّقُواْ اللّهَ الَّذِي تَسَاءلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

أما بعد:  فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ وَخَيْرَ الْهُدَى هُدَى مُحَمَّدٍ وَشَرَّ الْأُمُوْرِ مُحْدَثَاثُهَا وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ

 

Jamaah shalat gerhana yang berbahagia

Allah SWT yang menciptakan matahari dan bulan dan mengatur keduanya untuk maslahat manusia. Dia berfirman,

هُوَ الَّذِي جَعَلَ الشَّمْسَ ضِيَاء وَالْقَمَرَ نُورًا وَقَدَّرَهُ مَنَازِلَ لِتَعْلَمُواْ عَدَدَ السِّنِينَ وَالْحِسَابَ مَا خَلَقَ اللّهُ ذَلِكَ إِلاَّ بِالْحَقِّ يُفَصِّلُ الآيَاتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ

 

“Dialah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, agar kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui.” (QS. Yunus: 5)

Matahari dan bulan diperintah oleh Allah SWT dan ditaqdirkan-Nya. Dia yang menjadikan keduanya sebabagai sebab terjadinya malam dan siang serta gelap dan terang. Allah ‘Azza wa Jalla berfirman,

“Dan Dia (pula) yang menjadikan malam dan siang silih berganti bagi orang yang ingin mengambil pelajaran atau orang yang ingin bersyukur. (Terj. QS. Al Furqan: 62)

 

Ada beberapa hikmah yang bisa kita petik dari peristiwa gerhana:

  1. Sebagai salah satu tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah ‘Azza wa Jalla. Jika yang demikian mudah bagi Allah, maka lebih mudah lagi bagi-Nya menghidupkan manusia yang telah mati untuk diberi-Nya pembalasan.
  2. Untuk menakut-nakuti manusia agar mereka kembali kepada-Nya dan berhenti dari berbuat maksiat serta mengisi hidupnya di dunia dengan amal yang saleh. Allah SWT berfirman, “Dan Kami tidak memberi tanda-tanda itu melainkan untuk menakut-nakuti.” (Terj. QS. Al Israa’: 59)
  3. Terdapat bukti bahwa matahari, bulan dan alam semesta ini diatur oleh Allah SWT, dan bahwa semua itu tidak berhak untuk disembah. Allah SWT berfirman, “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah malam, siang, matahari dan bulan. Janganlah sembah matahari maupun bulan, tetapi sembahlah Allah yang menciptakannya, jika Dialah yang kamu sembah.” (QS. Fushshilat: 37)
  4. Sebagai permisalan terhadap hal yang akan terjadi pada hari kiamat, dan bahwa hal itu mudah bagi Allah Azza wa Jalla.
  5. Menunjukkan kuasanya Allah menimpakan hukuman kepada orang-orang yang kufur dan durhaka kepada-Nya.
  6. Dan mungkin masih banyak hikmah-hikmah yang lain yang bisa dipetik atas peristiwa gerhana.

 

Jamaah shalat gerhana yang berbahagia

Rasulullah Saw bersabda,

« إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ لاَ يَخْسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلاَ لِحَيَاتِهِ ، وَلَكِنَّهُمَا آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ ، فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُمَا فَصَلُّوا » .

“Sungguh, tidaklah terjadi gerhana matahari dan bulan terkait kematian atau lahirnya seseorang, melainkan, keduanya merupakan tanda-tanda kebesaran Allah. Apabila kalian melihatnya, maka laksanakanlah shalat.” (HR. Bukhari)

Gerhana merupakan tanda kekuasaan Allah sebagaimana peristiwa alam yang lain: gempa bumi, angin kencang, halilintar, hujan deras dan yang lainnya. Itu semua adalah peringatan bagi manusia agar manusia kembali kepada Allah Swt. Oleh karena itu, saat terjadi gerhana Rasulullah Saw memerintahkan orang-orang ketika itu untuk melaksanakan shalat, berdoa, berdzikr, beristighfar, bersedekah, dan melakukan amal saleh lainnya.

 

Jamaah shalat gerhana yang berbahagia

Ketika terjadi gerhana ada beberapa sikap yang perlu dilakukan, di antaranya adalah:

  1. Memiliki rasa takut kepada Allah Ta’ala.
  2. Memikirkan siksaan Allah kepada orang-orang yang berbuat maksiat.

Dalam hadits Aisyah radhiyallahu ‘anha disebutkan bahwa Nabi Saw dalam khutbahnya seusai shalat kusuf bersabda,

 

« مَا مِنْ شَىْءٍ كُنْتُ لَمْ أَرَهُ إِلاَّ قَدْ رَأَيْتُهُ فِى مَقَامِى هَذَا حَتَّى الْجَنَّةَ وَالنَّارَ ، وَلَقَدْ أُوحِىَ إِلَىَّ أَنَّكُمْ تُفْتَنُونَ فِى الْقُبُورِ ….”

“Tidak ada satu pun yang belum pernah aku lihat kecuali sekarang aku melihatnya, di tempatku ini, sampai surga dan neraka. Telah diwahyukan kepadaku bahwa kalian akan diuji ketika di kubur… dst.” (HR. Bukhari)

Pada saat itu diperlihatkan kepada Beliau surga dan neraka. Beliau juga diperlihatkan siksaan yang menimpa penghuni neraka, dilihatnya seorang wanita yang disiksa karena mengurung seekor kucing tanpa memberinya makan dan minum, dilihatnya ‘Amr bin Malik bin Luhay menarik ususnya di neraka, dimana dia adalah orang pertama yang merubah agama Nabi Ibrahim as, dia yang membawa berhala kepada orang-orang Arab sehingga mereka menyembahnya.

Beliau juga bersabda:

وَاللهِ لَوْ تَعْلَمُوْنَ مَا أَعْلَمُ لَضَحِكْتُمْ قَلِيْلاً، وَلَبَكَيْتُمْ كَثِيْرًا

“Demi Allah, kalau sekiranya kalian mengetahui yang aku ketahui, niscaya kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis.”

  1. Melakukan shalat Gerhana.
  2. Bersegera untuk berdzikir, berdoa, beristighfar, bertakbir, melakukan berbagai amal saleh, melakukan shalat, dan berlindung dari azab kubur dan azab neraka.

Rasulullah Saw bersabda,

فَإِذَا رَأَيْتُمْ ذَلِكَ، فَاذْكُرُوا اللهَ، وَكَبِّرُوْا، وَصَلُّوْا، وَتَصَدَّقُوْا

“Apabila kalian melihat gerhana, maka segeralah dzikrullah, bertakbir, shalat dan bersedekah.” (HR. Malik, Ahmad, Bukhari, Muslim, Abu Dawud dan Nasa’i)

Demikianlah adab-adab yang diajarkan Nabi kita Muhammad Saw ketika terjadi gerhana. Dengan ini, mudah-mudahan kita termasuk ke dalam golongan orang-orang yang diberi petunjuk dan perlindungan oleh Allah Swt di dunia maupun di akhirat.

 

Demikianlah yang bisa admin sajikan mengenai Contoh Teks Khutbah Gerhana, mudah-mudahan bermanfaat sedikitnya bisa membantu anda dalam mempersiapkan bahan untuk  khutbah gerhana sekarang ini