Contoh Penulisan Hasil Laporan Observasi

Contoh Penulisan Laporan Observasi –  Sahabat budiman masih seputra contoh yang admin sajikan kesempatan kali ini, untuk contoh sekarang ini admin akan sedikit memberi informasi mengenai cara membuat atau penulisan laporan observasi. Di dunia pendidikan khususnya baik sekolah ataupun kampus senantiasa ada kegiatan observasi, guna melatih anak didiknya mengamati segala yang diamati diluar sana, tentunya yang berhubungan dengan tema yang diberikan oleh guru ataupun dosen. kadang-kadang sebagian anak didik atau mahasiswa suka bingung cara menyusun laporan dari hasil obeservasinya.

Nah disini admin akansedikit berbagi contoh mengenai cara menyusun laporan observasi. berikut penjelasannya.

 

Pengertian Observasi dan Jenis Observasi

Pengertian Observasi adalah Proses pengamatan dan pencatatan secara sistematis mengenai gejala-gejala yang diteliti. Observasi ini menjadi salah satu dari teknik pengumpulan data apabila sesuai dengan tujuan penelitian, yang direncanakan dan dicatat secara sistematis, serta dapat dikontrol keandalan (reliabilitas) dan kesahihannya (validitasnya).

Laporan Observasi

Observasi merupakan proses yang kompleks, yang tersusun dari proses proses psikologis dan biologis. Dalam menggunakan teknik observasi, hal terpenting yang harus diperhatikan ialah mengandalkan pengamatan dan ingatan si peneliti.

Ada 2 indra yang diutamakan di dalam melakukan pengamatan, yaitu telinga dan mata. Kedua indra tersebut harus benar-benar sehat. Dalam melakukan pengamatan, mata lebih dominan dibandingkan dengan telinga. Mata ini memiliki kelemahan yaitu mudah letih. Untuk mengatasi kelemahan yang bersifat biologis tersebut, maka perlu melakukan hal-hal berikut.
1. Dengan menggunakan kesempatan yang lebih banyak untuk melihat data-data.
2. Dengan menggunakan orang lain untuk turut sebagai pengamat (observers).
3. Dengan mengambil data-data sejenis lebih banyak.
Usaha-usaha untuk mengatasi kelemahan yang bersifat psikologis, yaitu :
1. Dengan meningkatkan daya penyesuaian (adaptasi).
2. Dengan membiasakan diri.
3. Dengan rasa ingin tahu.
4. Dengan mengurangi prasangka.
5. Dengan memiliki proyeksi.

 Contoh Laporan Observasi Sederhana

Dibawah ini admin sajikan beberapa contoh laporan observasi yang bisa anda jadikan referensi guna dapat menyelesaikan tugas anda, silkahkan simak dibawah ini:

 

BAB I

PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Setiap murid khususnya di sekolah dasar memiliki perbedaan antara satu dengan yang lainnya. Disamping persamaannya. Perbedaan menyangkut kafasitas intelektual, keterampilan, motivasi, persepsi, sikap, kemampuan, minat, latar belakang kehidupan dalam keluarga dan lain-lain. Perbedaan ini cenderung akan mengakibatkan adanya perbedaan pula dalam pencapaian hasil belajar tidak setiap anak bisa dikategorikan berhasil dalam belajar, namun ada sebagian anak yang benar-benar belum berhasil dalam belajar, namun ada sebagian anak yang benar-benar belum berhasil dalam belajar, salah satu faktornya adalah karena anak itu tidak mau berusaha yang mengakibatkan si anak sulit belajar dan mempunyai masalah dalam belajar. Ada berbagai masalah yang anak hadapi misalnya ketidak mampuan dalam mengerjakan tugas, persaingan dengan teman, kemampuan dasar intelektual yang kurang, motivasi belajar yang lemah, kurangnya dukungan orang tua, guru yang kurang ramah dll. Masalah-masalah tersebut tidak selalu dapat diselesaikan dalam situasi belajar mengajar di kelas, melainkan memerlukan pelayanan/bimbingan secara khusus oleh guru diluar situasi proses pembelajaran. Untuk itu yang melatar balakangi penyusunan laporan hasil observasi ini adalah agar dapat membantu guru/ calon guru menghadapi masalah-masalah dalam belajar yang dihadapi anak didiknya selain itu juga sebagai salah satu syarat mengikuti ujian akhir semester mata kuliah Bimbingan Konseling

1.2 Tujuan 
Tujuan daripada dilakukannya observasi dan penyusunan laporan ini yaitu:
1) Mencari tahu sejauh mana masalah-masalah yang dihadapi murid dalam belajar!
2) Mengidentifikasi murid yang diperkirakan mengalami masalah dalam belajar.
3) Menjelaskan faktor-faktor penyebab terjadinya masalah belajar.
4) Mengungkapkan cara-cara membantu anak dalam mengatasi belajar.

1.3 Metode
Metode yang dipakai yaitu:
1. Observasi
2. Penelitian kepustakaan yang berupa studi literatur
3. wawancara

Contoh Penulisan Hasil Laporan Observasi

BAB II

PEMBAHASAN

2.1  Waktu dan Tempat Pelaksanaan

Observasi dilakukan pada :

Hari / Tanggal       : 05 Desember 2008

Tempat                  : SD N 3 Bojongsari

Ds. Bojongsari Dsn. Babakanjaya Padaherang Ciamis.

2.2  Teknik Yang digunakan dalam Pengumpulan Data

  1. Dengan menggunakan kartu sosiometri yang bertujuan untuk memperoleh informasi hubungan/ interaksi sosial diantaranya murid. Sosiometri dibuat dengan jalan meminta kepada setiap murid untuk menyebutkan 2 orang temannya paling disukai untuk belajar bersama.

Bentuk kartu pilihan sosiometri

Hari/Tanggal   :

Nama               :

Kelas               :

Teman yang disukai untuk belajar bersama
1.

2.

  1. Dengan menggunakan angket

Angket merupakan alat pengumpul data melalui komunikasi tidak langsung yaitu melalui tulisan. Angket ini berisi daftar pertanyaan yang bertujuan untuk mengumpulkan keterangan tentang berbagai hal yang berkaitan dengan responden.

2.3  Identitas Murid yang Mengalami Masalah dalam Belajar

Identitas ini dilihat dari Angket murid yang telah diisi murid yang mengalami masalah dalam belajar.

ANGKET MURID

  1. Identitas Murid
  2. Nama                                             : Karju
  3. Jenis Kelamin                                : Laki-Laki
  4. Kelas                                             : (VI) enam
  5. Tempat Tanggal Lahir                   : Ciamis, 06-04-1996
  6. Suku Bangsa                                 : Sunda
  7. Agama                                           : Islam
  8. Tinggal Bersama                           : ayah dan ibu
  9. Posisi murid dalam keluarga         : anak ke 1 dari 4 orang saudara
  1. Identitas orang murid
  2. Ayah

–          Nama               : Darmin

–          Pekerjaan         : petani / buruh

–          Pedidikan        : SD

–          Alamat                        : Bojongsalak, Burujul

  1. Ibu

–          Nama               : Waryem

–          Pekerjaan         : Ibu RT

–          Pendidikan      : SMP

–          Alamat                        : Bojongsalak, Burujul

  1. Kondisikan fisik
  2. Tinggi badan                     : 129
  3. Berat badan                       : 23
  4. Penyakit yang diderita      : Batuk
  5. Kondisi badan                   : utuh
  6. Cita-cita
  7. Setelah lulus SD                : SMP
  8. Pekerjaan                           : Atlit Poli
  1. Minat terhadap mata pelajaran
  2. Mata pelajaran yang paling di senangi      : IPA, B Indonesia
  3. Mata pelajaran yang tidak disenangi                    : PKN, B Inggris

2.4  Masalah yang dihadapi anak

  1. Pada dasarnya anak ini tidak nakal, tetapi anak ini kurang aktif dalam kegiatan KBM
  2. Anak ini cenderung kurang dalam berhitung di usianya yang 12 tahun
  3. Lemah dalam menangkap meteri yang disampaikan oleh gurunya
  4. Kurang dalam bersosialisasi / interaksi dengan teman-temannya
  5. Lebih banyak menyendiri
  6. Kurang bersemangat dalam belajar

2.5  Diagnosa

Ø  Faktor-faktor penyebab terjadinya masalah dalah belajar.

Pada dasarnya dari setiap jenis masalah, khususnya dalam masalah belajar murid SD cenderung bersumber dari faktor-faktor yang melatar balakangi saya selaku observator merasa tidak mudah untuk menentukan sebab-sebab terjadinya masalah yang sesungguhnya, karena masalah belajar cenderung sangat kompleks artinya (1) masalah belajar yang sama dapat timbul oleh berbagai sebab yang berlainan suatu masalah belajar yang samam dialami oleh 2 orang murid atau lebih, belum tentu disebabkan oleh faktor yang sama. (2) sebab yang sama dapat timbul masalah yang berlainan. Seringkali suatu kondisi yang sama dimiliki oleh beberapa murid, namun menimbulkan masalah-masalah yang berlainan pada masing-masing individu : misalnya (hasil observasi) dewih dan karju murid kelas 6, sama-sama bersal dari lingkungan keluarga ekonomi rendah. Pengaruh dari keadaan tersebut bagi Dewih mempunyai dampak yang positif karena setiap mengikuti pelajaran di kelas selalu menunjukan perhatian, sikap dan disiplin belajar yang tinggi nampak tidak banyak membuang waktu untuk kegiatan yang kurang bermanfaat. Dewih selalu mendapatkan rengking pertama dikelas sedangkan bagi kerja nampak menunjukan sebaliknya, ia tidak mampu belajar dengan baik, sehingga perstasi belajarnya berada di bawah rata-rata kelasnya.

Pada garis besarnya faktor penyebab terjadinya masalah belajar dikelompokan ke 2 kategori

  1. Faktor internal (faktor-faktor yang berada pada diri murid itu sendiri)
  2. a)Gangguan secara fisik
  3. b)Kelemahan-kelemahan secara mental
  • Taraf kecerdasannya (cenderung kurang)
  • Kurang minat, kurang usaha, aktivitas yang tidak terarah, kurang semangat, kurang gizi, kurang menguasai keterampilan dan kebiasaan fundamental dalam belajar.
  1. c)Kelemahan emosional
  • Terdapatnya rasa tidak aman
  • Penyesuaian diri yang salah
  • Tercekam rasa phobia
  • Ketidak matangan
  1. d)Kelemahan-kelemahan yang disebabkan oleh kebiasaan dan sikap yang salah
  • Kurang menurut perhatian terhadap pekerjaan sekolah
  • Banyak melakukan aktivitas yang bertentangan dan tidak menunjang pekerjaan sekolah, menolak / malas belajar
  • Tidak bernafsu untuk belajar
  • Nervous / cemas
  1. e)Tidak memiliki keterampilan-keterampilan dasar
  • Tidak mampu berhitung, kurang menguasai pengetahuan dasar untuk studi yang sedang di ikutinya secara sekuensial (meningkat dan beruturan)
  • Memiliki kebiasaan belajar dan cara bekerja yang salah
  1. Faktor Eksternal
  2. Kurikulum buku-buku yang tidak sesuai dengan kematangan anak
  3. Terlalu berat beban belajar siswa dan atau mengajar guru
  4. Kelemahan yang terdapat dalam kondisi rumah tangga (pendidikan, status sosial ekonomi, keutuhan keluarga, besarnya anggota keluarga, tradisi dan kultur keluarga, ketentuan dan keamanan sosial psikologis
  5. Kekurangan gizi
  6. Lingkungan masyarakat
  7. Lingkungan pergaulan

2.6  Pragnosa

Ø  Upaya membantu murid dalam mengatasi masalah belajar beberapa upaya dapat dilakukan oleh guru untuk mengatasi masalah belajar yang dihadapi oleh seorang anak yaitu.

o   Pengajaran perbaikan

Pengajaran perbaikan merupakan bentuk khusus pengajaran yang bermaksud untuk menyembuhkan, membetulkan atau membuat menjadi lebih baik. Pengajaran perbaikan sifatnya lebih khusus, karena bahan, metode dan pelaksanaannya disesuaikan dengan jenis, sifat dan latar belakang masalah yang dihadapi murid.

o   Kegiatan pengayaan / les

Disini guru memberikan pelajaran tambahan di luar jam KBM. Tentunya dalam pemberian pelajaran tambahan guru jangan sampai memaksa anak.

o   Peningkatan motivasi belajar

Tugas guru dalam memberikan motivasi anak yaitu :

–          Menyesuaikan pengajaran dengan bakat, kemampuan dan minat murid

–          Menciptakan suasana pembelajaran yang menantang, merangsang dan menyenangkan

–          Menciptakan suasana, hubungan yang hangat dan dinamis antara guru dengan murid serta antara murid dengan murid.

–          Menghindari tekanan-tekanan dan suasana yang tidak menentu seperti suasana yang menakutkan mengecewakan, membingunkan dan menjengkelkan.

–          Melengkapi sumber dan peralatan belajar.

o   Peningkatan keterampilan belajar

Tugas guru dalam meningkatkan keterampilan si anak yaitu :

–          Menyuruh si anak untuk membuat catatan pada waktu guru mengajar

–          Menyuruh membuat ringkasan dan bahan yang dibaca

–          Menyuruh, membimbing mengerjakan latihan-latihan soal

o   Pengembangan sikap dan kebiasaan belajar yang baik

Guru hendaknya membantu anak dalam hal :

–          Memelihara kondisi kesehatan yang baik

–          Mengatur waktu belajar di sekolah

–          Memilih tempat belajar yang tepat/baik

–          Belajar dengan menggunakan sumber belajar yang baik

–          Membaca secara baik dan sesuai dengan kebutuhan

–          Membantu murid mengikuti kegiatan belajar-mengajar di dalam kelas

–          Melatih anak berhitung

–          Melatih anak untuk dapat mempelajari buku pelajaran secara efektif dan efisien

–          Membiasakan anak mengerjakan tugas-tugas secara teratur

–          Membantu anak penyusun jadwal belajar

–          Membantu agar dapat berkembang secara wajar, misalnya dengan memindahkan tempat duduk murid yang dilakukan secara berkala, membetulkan posisi duduk murid

–          Membantu murid mempersiapkan diri untuk mengikuti ujian.

Selain peran guru, peran orang tua juga sangat penting dalam mengatasi berbagai permasalahan yang dihadapi sianak dalam belajar, beberapa hal yang harus dilakukan oleh orang tua yaitu :

o   Memberikan arahan-arahan positif mengenai pentingnya belajar

o   Perbanyaklah waktu bersama anak

o   Membantu membuat jadwal belajar, bermain dan tidur

o   Memberikan pola makan yang sehat

o   Membacakan kepercayaan dan menumbuhkan rasa tanggung jawab kepada anak.

o   Mengajarkan cara bersosialisasi dengan lingkungan keluarga dan teman

o   Mengawasi pergaulan anak

o   Memberikan kebebasan kepada anak untuk mengemukakan pendapat.

Guru dan orang tua adalah sosok yang sangat penting dalam mengatasi masalah belajar anak, namun peran teman juga sangat penting. Beberapa hal yang bisa dilakukan teman-temannya untuk membantu mengurangi masalah belajar si anakYaitu :

–          Mendekatinya / mengakrabinya

–          Mengajaknya belajar bersama

–          Mengajaknya bermain bersama

–          Menghargai karyanya

2.7  Terapi yang Dilakukan

–       Memberikan layanan bimbingan khusus terhadap sianak,

–       Memberikan araha kepada orang tua

–       Memberikan les tambahan pada anak

 

BAB III

PENUTUP

3.1  Kesimpulan

Berdasarkan hasil observasi maka dapat disimpulkan bahwa masalah belajar yang sama dapat timbul masalah yang berlainan, serta sebab-sebab masalah belajar dapat saling berhubungan antara satu dengan yang lainnya. Masalah-masalah belajar yang dihadapi anak disebabkan oleh faktor-faktor internal dan eksternal. Namun ke 2 faktor tersebut dapat diatasi dengan upaya pengajaran perbaikan, kegiatan pengayaan, peningkatan motivasi belajar, peningkatan keterampilan belajar serta pengembangan sikap dan kebiasaan belajar yang baik.

3.2  Saran

Untuk meminimalisir masalah-masalah yang timbul dalam belajar. Sebaiknya seorang  guru harus peka terhadap anak dan informasi mengenai pembelajaran. Selain itu sebaiknya sekolah lebih bisa menyediakan media-media pembelajaran yang bisa merangsang anak untuk belajar.

 

Demikianlah informasi mengenai Contoh Laporan Observasi yang bisa admin sajikan kesempatan kali ini mudah-mudahan informasi ini sedikitnya bisa membantu anda dalam menyelesaikan masalah sekolah ataupun kampus. terimakasih